Wawancara kerja adalah momen krusial yang menentukan apakah Anda akan mendapatkan pekerjaan impian atau tidak. Banyak kandidat yang sebenarnya berkualitas justru gagal karena kurang persiapan. Artikel ini akan memandu Anda dari A sampai Z agar siap menghadapi interview dengan percaya diri.
Persiapan Sebelum Interview
1. Riset Perusahaan Secara Mendalam
Sebelum datang interview, pastikan Anda sudah mengetahui:
- Visi dan misi perusahaan – Tunjukkan bahwa Anda memahami arah perusahaan.
- Produk atau layanan utama – Jangan sampai tidak tahu apa yang dijual perusahaan.
- Berita terbaru – Cek apakah ada ekspansi, akuisisi, atau pencapaian baru.
- Kultur kerja – Lihat di LinkedIn, Glassdoor, atau media sosial perusahaan.
2. Pelajari Job Description dengan Seksama
Baca ulang deskripsi pekerjaan dan cocokkan dengan pengalaman Anda. Siapkan contoh konkret bagaimana Anda pernah melakukan tugas serupa di pekerjaan atau proyek sebelumnya.
3. Siapkan Dokumen yang Diperlukan
- CV dalam format cetak dan digital
- Portofolio (jika relevan)
- Fotokopi ijazah dan sertifikat
- Catatan kecil berisi poin-poin penting
Saat Hari-H Interview
1. Penampilan dan Ketepatan Waktu
- Datang 15–30 menit lebih awal – Ini memberi waktu untuk menenangkan diri.
- Berpakaian profesional – Sesuaikan dengan kultur perusahaan. Jika ragu, lebih baik formal.
- Bawa tas kerja yang rapi – Hindari tas ransel kasual untuk posisi formal.
2. Body Language yang Tepat
Komunikasi non-verbal sama pentingnya dengan jawaban Anda:
- Jabat tangan dengan mantap – Tidak terlalu lemah, tidak terlalu kuat.
- Kontak mata – Tunjukkan kepercayaan diri, tapi jangan menatap tajam.
- Duduk tegak – Postur yang baik menunjukkan antusiasme.
- Hindari gerakan gelisah – Jangan memainkan pulpen atau mengetuk meja.
3. Teknik Menjawab Pertanyaan
Gunakan metode STAR untuk menjawab pertanyaan behavioral:
| Komponen | Penjelasan |
|---|---|
| Situation | Jelaskan situasi atau konteks |
| Task | Apa tugas atau tanggung jawab Anda |
| Action | Langkah konkret yang Anda ambil |
| Result | Hasil yang dicapai (gunakan angka jika bisa) |
Contoh:
“Saat menjadi koordinator event kampus (Situation), saya bertanggung jawab mengatur 20 panitia (Task). Saya membuat sistem pembagian tugas dengan Trello dan meeting mingguan (Action), sehingga event berjalan sukses dengan 500 peserta dan feedback positif 95% (Result).”
Pertanyaan yang Harus Anda Tanyakan
Di akhir interview, biasanya Anda diberi kesempatan bertanya. Jangan lewatkan! Ini menunjukkan ketertarikan Anda:
- “Seperti apa kesuksesan di posisi ini dalam 6 bulan pertama?”
- “Bagaimana tim ini bekerja sama sehari-hari?”
- “Apa tantangan terbesar yang dihadapi tim saat ini?”
- “Bagaimana proses selanjutnya setelah interview ini?”
Hindari bertanya tentang gaji dan cuti di interview pertama, kecuali pewawancara yang memulai topiknya.
Follow-Up Setelah Interview
1. Kirim Email Terima Kasih
Dalam 24 jam setelah interview, kirim email singkat:
“Terima kasih atas kesempatan wawancara hari ini. Saya sangat antusias dengan posisi [nama posisi] dan yakin dapat berkontribusi untuk [sebutkan hal spesifik yang dibahas]. Saya menantikan kabar selanjutnya.”
2. Bersabar Menunggu
Proses rekrutmen bisa memakan waktu 1–4 minggu. Jika sudah lewat dari tenggat yang disebutkan, Anda boleh mengirim email follow-up yang sopan.
3. Evaluasi Diri
Apapun hasilnya, catat apa yang berjalan baik dan apa yang perlu diperbaiki. Ini akan membantu Anda di interview berikutnya.
Kesimpulan
Interview kerja bukan tentang menjadi sempurna, tapi tentang menunjukkan bahwa Anda adalah kandidat yang tepat untuk posisi tersebut. Dengan persiapan matang, penampilan profesional, dan sikap yang positif, peluang Anda untuk lolos akan meningkat drastis.
Selamat mencoba dan semoga sukses mendapatkan pekerjaan impian Anda!
