Sebagai fresh graduate, mungkin Anda merasa tidak punya posisi tawar untuk negosiasi gaji. Padahal, dengan persiapan yang tepat, Anda tetap bisa mendapatkan kompensasi yang lebih baik. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah.
Apakah Fresh Graduate Boleh Nego Gaji?
Jawabannya: Ya, boleh!
Banyak perusahaan justru mengharapkan kandidat untuk bernegosiasi. Dalam banyak kasus, penawaran awal memang sengaja dibuat dengan ruang untuk negosiasi.
Namun, ada beberapa kondisi di mana negosiasi mungkin tidak tepat:
- Program management trainee dengan standar gaji tetap
- Posisi dengan gaji yang sudah diumumkan secara terbuka
- Perusahaan yang secara eksplisit menyatakan “non-negotiable”
Persiapan Sebelum Negosiasi
1. Riset Standar Gaji Industri
Sebelum menyebut angka, Anda harus tahu berapa standar gaji untuk:
- Posisi yang sama
- Industri yang sama
- Kota yang sama
- Level pengalaman yang sama
Sumber data:
- Glassdoor Salary
- LinkedIn Salary Insights
- Survei gaji dari JobStreet, Glints
- Networking dengan teman seangkatan
- Grup LinkedIn atau komunitas profesional
2. Hitung Kebutuhan Finansial Anda
Buat perhitungan sederhana:
| Kebutuhan | Estimasi |
|---|---|
| Tempat tinggal | Rp X |
| Transportasi | Rp X |
| Makan | Rp X |
| Cicilan (jika ada) | Rp X |
| Tabungan & dana darurat | Rp X |
| Total minimum | Rp X |
Ini adalah “floor” atau batas minimum yang tidak boleh Anda terima kurang dari itu.
3. Identifikasi Nilai Jual Anda
Meskipun fresh graduate, Anda tetap punya nilai:
- IPK tinggi atau cum laude
- Magang di perusahaan ternama
- Sertifikasi profesional
- Skill teknis yang in-demand
- Pengalaman organisasi dengan pencapaian
- Portofolio proyek
- Kemampuan bahasa asing
4. Tentukan Range Gaji
Berdasarkan riset, tentukan tiga angka:
- Ideal: Gaji yang Anda inginkan jika semua berjalan sempurna
- Target: Gaji yang realistis dan akan membuat Anda puas
- Minimum: Batas terendah yang masih bisa Anda terima
Contoh: Jika standar UMR Rp 5 juta dan standar industri untuk posisi Anda Rp 5-7 juta:
- Ideal: Rp 7 juta
- Target: Rp 6 juta
- Minimum: Rp 5,5 juta
Kapan Waktu yang Tepat untuk Nego?
Jangan Nego di Interview Awal
Interview pertama dan kedua biasanya untuk screening. Membahas gaji terlalu dini bisa membuat Anda terkesan hanya mengejar uang.
Waktu Ideal: Setelah Mendapat Penawaran
Nego dilakukan setelah:
- Anda sudah melewati semua tahap interview
- Perusahaan sudah memberikan penawaran tertulis
- Mereka sudah menunjukkan ketertarikan serius pada Anda
Mengapa? Pada titik ini, perusahaan sudah “invest” waktu dan sumber daya untuk merekrut Anda. Mereka lebih mungkin untuk bernegosiasi.
Strategi Negosiasi untuk Fresh Graduate
Langkah 1: Terima dengan Antusias, Tapi Minta Waktu
Saat menerima penawaran:
“Terima kasih banyak atas penawarannya. Saya sangat antusias dengan kesempatan ini. Boleh saya minta waktu 2-3 hari untuk mempertimbangkan dengan matang?”
Langkah 2: Ajukan Counter-offer dengan Sopan
Saat melakukan negosiasi:
“Saya sangat tertarik dengan posisi ini dan yakin bisa berkontribusi besar untuk tim. Berdasarkan riset saya tentang standar industri dan skill yang saya bawa—termasuk sertifikasi Google Analytics dan pengalaman magang di perusahaan Fortune 500—saya berharap bisa mendiskusikan kompensasi di range Rp 6-6,5 juta. Apakah ada fleksibilitas untuk hal ini?”
Langkah 3: Fokus pada Nilai, Bukan Kebutuhan
Jangan katakan:
“Saya butuh gaji lebih tinggi karena harus bayar kos dan cicilan motor.”
Katakan:
“Dengan skill Python dan pengalaman riset yang saya miliki, saya yakin bisa langsung berkontribusi pada proyek data analytics tim Anda.”
Langkah 4: Siap dengan Alternatif
Jika gaji tidak bisa dinaikkan, pertimbangkan untuk nego:
- Tunjangan transport atau makan
- Fleksibilitas kerja remote
- Jatah cuti lebih banyak
- Budget training atau sertifikasi
- Review gaji lebih cepat (3 bulan vs 6 bulan)
- Bonus performance
Contoh Script Negosiasi
Via Email
Subject: Re: Job Offer - [Nama Posisi]
Dear Bapak/Ibu [Nama],
Terima kasih atas penawaran untuk posisi [Nama Posisi]. Saya sangat
antusias dengan kesempatan untuk bergabung dengan [Nama Perusahaan].
Setelah mempertimbangkan dengan matang, saya ingin mendiskusikan
kompensasi yang ditawarkan. Berdasarkan riset pasar dan nilai yang
saya bawa—termasuk [sebutkan 1-2 skill atau pencapaian relevan]—saya
berharap bisa mendiskusikan gaji di range Rp [X] - [Y].
Saya sangat terbuka untuk diskusi lebih lanjut dan berharap kita
bisa menemukan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
Terima kasih atas pertimbangannya.
Hormat saya,
[Nama Anda]
Via Telepon/Tatap Muka
“Saya sangat senang menerima penawaran ini dan yakin posisi ini sangat cocok untuk saya. Saya ingin mendiskusikan satu hal—berdasarkan riset saya dan pengalaman yang saya bawa, saya berharap bisa mendapat kompensasi di range… Apakah ada ruang untuk diskusi?”
Apa yang Harus Dilakukan Jika Ditolak?
Jika Benar-benar Tidak Ada Ruang Nego
Tanyakan dengan sopan:
“Saya mengerti. Boleh saya tahu kapan biasanya dilakukan review gaji? Dan apa yang perlu saya capai untuk mendapatkan kenaikan?”
Pertimbangkan Faktor Lain
Gaji bukan satu-satunya pertimbangan. Evaluasi juga:
- Peluang belajar dan berkembang
- Reputasi perusahaan di CV
- Work-life balance
- Jenjang karir
- Benefit non-finansial
Kesalahan yang Harus Dihindari
| Kesalahan | Mengapa Salah |
|---|---|
| Menyebut angka pertama | Biarkan perusahaan menyebut range dulu |
| Berbohong tentang tawaran lain | Bisa dicek dan merusak reputasi |
| Terlalu agresif | Bisa membatalkan tawaran |
| Menerima tanpa negosiasi sama sekali | Kehilangan kesempatan |
| Ultimatum | “Terima atau saya pergi” jarang berhasil |
Kesimpulan
Negosiasi gaji adalah skill yang bisa dipelajari. Sebagai fresh graduate, kunci sukses Anda adalah:
- Riset yang matang tentang standar industri
- Percaya diri pada nilai yang Anda bawa
- Profesional dalam menyampaikan
- Fleksibel untuk alternatif selain gaji pokok
Ingat, perusahaan yang baik akan menghargai kandidat yang tahu nilai dirinya. Negosiasi yang dilakukan dengan sopan dan berdasarkan data justru bisa meningkatkan respect mereka pada Anda.
Selamat bernegosiasi dan semoga sukses mendapatkan kompensasi yang layak!
