Tahukah Anda bahwa sebagian besar perusahaan besar menggunakan software untuk menyaring CV sebelum dibaca oleh HRD? Sistem ini disebut ATS (Applicant Tracking System). Jika CV Anda tidak ATS-friendly, kemungkinan besar lamaran Anda akan ditolak secara otomatis—meskipun Anda kandidat yang berkualitas.
Apa Itu ATS (Applicant Tracking System)?
ATS adalah software yang digunakan perusahaan untuk:
- Menerima dan menyimpan lamaran kerja
- Memindai CV untuk mencari kata kunci tertentu
- Memberikan skor atau ranking pada kandidat
- Menyaring kandidat yang tidak memenuhi kriteria
Fakta penting: Sekitar 75% CV ditolak oleh ATS sebelum sampai ke tangan manusia. Artinya, CV Anda harus “berbicara” dalam bahasa yang dipahami mesin terlebih dahulu.
Kesalahan Fatal yang Membuat CV Ditolak ATS
1. Menggunakan Format yang Rumit
- ❌ Tabel dan kolom kompleks
- ❌ Header dan footer
- ❌ Text box
- ❌ Grafik dan chart untuk menunjukkan skill level
- ❌ Foto (kecuali diminta)
2. File Format yang Salah
- ❌ PDF dengan desain grafis kompleks
- ❌ File gambar (JPG, PNG)
- ✅ Gunakan .docx atau PDF sederhana
3. Tidak Ada Kata Kunci yang Relevan
ATS mencari kata kunci spesifik dari job description. Jika tidak ada, CV Anda akan mendapat skor rendah.
Struktur CV ATS-Friendly yang Ideal
Format Dasar
NAMA LENGKAP
Email | No. HP | LinkedIn | Kota
RINGKASAN PROFESIONAL
[2-3 kalimat tentang keahlian dan pengalaman utama]
PENGALAMAN KERJA
Nama Perusahaan — Posisi
Bulan/Tahun - Bulan/Tahun
• Pencapaian dengan angka
• Tanggung jawab utama
PENDIDIKAN
Nama Universitas — Gelar
Tahun Lulus
KEAHLIAN
Skill 1, Skill 2, Skill 3
SERTIFIKASI (opsional)
Nama Sertifikasi — Tahun
Tips Penulisan
| Bagian | Tips | |
|---|---|---|
| Nama | Gunakan nama lengkap, font besar | |
| Kontak | Pisahkan dengan simbol “ | “, bukan tabel |
| Pengalaman | Urutan kronologis terbalik (terbaru di atas) | |
| Bullet points | Gunakan simbol standar (•), bukan ikon custom | |
| Heading | Gunakan heading standar seperti “Pengalaman Kerja”, bukan “Perjalanan Karir Saya” |
Cara Memasukkan Kata Kunci dengan Tepat
Langkah 1: Analisis Job Description
Baca job description dan tandai:
- Skill teknis yang diminta (contoh: “Microsoft Excel”, “Python”)
- Soft skill (contoh: “komunikasi”, “problem solving”)
- Kualifikasi (contoh: “S1 Akuntansi”, “pengalaman 2 tahun”)
Langkah 2: Cocokkan dengan Pengalaman Anda
Masukkan kata kunci tersebut secara natural ke dalam CV Anda. Jangan copy-paste seluruh job description—ini justru akan terdeteksi sebagai spam.
Contoh:
Job Description: “Mencari kandidat dengan kemampuan analisis data menggunakan Excel dan SQL”
❌ Salah: “Saya bisa Excel dan SQL”
✅ Benar: “Melakukan analisis data penjualan bulanan menggunakan Excel pivot table dan SQL query untuk menghasilkan laporan yang digunakan manajemen dalam pengambilan keputusan”
Langkah 3: Gunakan Variasi Kata Kunci
ATS mungkin mencari variasi kata. Contoh:
- “Manajemen Proyek” dan “Project Management”
- “Desain Grafis” dan “Graphic Design”
- “Pemasaran Digital” dan “Digital Marketing”
Checklist CV ATS-Friendly
Sebelum mengirim, pastikan CV Anda memenuhi kriteria ini:
- [ ] Format file .docx atau PDF sederhana
- [ ] Tidak ada tabel, kolom, atau text box
- [ ] Font standar (Arial, Calibri, Times New Roman)
- [ ] Ukuran font 10-12pt
- [ ] Heading jelas dan standar
- [ ] Kata kunci dari job description sudah dimasukkan
- [ ] Bullet point menggunakan simbol standar
- [ ] Tidak ada typo atau kesalahan ejaan
- [ ] Informasi kontak lengkap di bagian atas
Tools untuk Mengecek CV Anda
Beberapa tools gratis yang bisa membantu:
- Jobscan – Membandingkan CV dengan job description
- Resume Worded – Memberikan skor ATS
- Grammarly – Mengecek grammar dan typo
Kesimpulan
Membuat CV ATS-friendly bukan berarti mengorbankan kreativitas, tapi memastikan CV Anda bisa dibaca oleh sistem sebelum sampai ke HRD. Ingat rumusnya: format sederhana + kata kunci relevan + pencapaian terukur = CV yang lolos screening.
Dengan mengikuti panduan ini, peluang CV Anda untuk sampai ke meja HRD akan meningkat signifikan. Selamat melamar!
