Di tengah meningkatnya kesadaran global akan isu lingkungan, banyak pengembang properti yang mengklaim proyek mereka sebagai “ramah lingkungan” atau “eco-city”. Namun, seberapa jauh klaim-klaim ini sesuai dengan kenyataan di lapangan?
Tentang Jurnal Ini
Jurnal ilmiah ini menganalisis fenomena greenwashing dalam industri properti di Indonesia, dengan fokus pada:
- Sinyal hijau yang menyesatkan — bagaimana atribut “ramah lingkungan” digunakan sebagai alat pemasaran
- Institutional Decoupling — kesenjangan antara kebijakan yang dinyatakan dan praktik yang sebenarnya
- Decoupling Fungsional — ketidaksesuaian antara brosur pemasaran dengan kondisi nyata di lokasi
- Studi kasus properti di Jakarta — analisis kritis terhadap klaim eco-friendly di wilayah seperti Pluit
Mengapa Penting?
Di era di mana tindakan keras global terhadap greenwashing korporasi telah mencapai titik kritis, konsumen dan regulator perlu memahami bagaimana mengenali dan menindak praktik-praktik pemasaran hijau yang menyesatkan.
Jurnal ini memberikan kerangka analisis sosio-legal yang komprehensif untuk memahami fenomena ini dalam konteks Indonesia.
📄 Baca jurnal lengkap di bawah ini:
