Dalam proses mencari kerja, kita sering fokus pada bagaimana membuat diri kita menarik bagi perusahaan. Tapi seringkali kita lupa bahwa kita juga harus menilai apakah perusahaan tersebut layak untuk kita. Artikel ini akan membantu Anda mengidentifikasi red flag yang harus diwaspadai.
Red Flag di Iklan Lowongan
1. Deskripsi Pekerjaan yang Terlalu Kabur
Tanda-tanda:
- “Pekerjaan mudah, penghasilan besar”
- Tidak ada job description yang jelas
- “Bisa dikerjakan siapa saja”
Mengapa berbahaya: Bisa jadi MLM terselubung, penipuan, atau perusahaan sendiri tidak tahu apa yang mereka cari.
2. Gaji “Tidak Terbatas” atau Terlalu Tinggi
Contoh:
- “Penghasilan hingga 50 juta/bulan!”
- “Gaji tidak terbatas sesuai performa”
Realita: Biasanya ini adalah posisi sales dengan sistem komisi murni tanpa gaji pokok, atau bahkan skema penipuan.
3. Meminta Uang di Awal
Red flag besar:
- Biaya pendaftaran
- Biaya training
- Biaya seragam atau peralatan
- Deposit untuk “jaminan”
Ingat: Perusahaan yang legit TIDAK PERNAH meminta uang dari kandidat.
4. Lowongan Selalu Dibuka
Jika perusahaan terus-menerus membuka lowongan untuk posisi yang sama sepanjang tahun, ini bisa berarti:
- Turnover karyawan sangat tinggi
- Lingkungan kerja bermasalah
- Ekspektasi tidak realistis
Red Flag Saat Proses Rekrutmen
1. Proses yang Terlalu Cepat
Tanda-tanda:
- Langsung ditawari kerja tanpa interview
- Interview hanya 5-10 menit
- Tidak ada pertanyaan tentang pengalaman atau skill
Mengapa waspada: Perusahaan profesional akan meluangkan waktu untuk memastikan kandidat cocok. Proses terlalu cepat bisa berarti mereka desperate atau tidak serius.
2. Komunikasi Tidak Profesional
Red flag:
- Email dari domain gratisan (gmail, yahoo) untuk perusahaan besar
- Banyak typo dan bahasa tidak baku
- Menghubungi di luar jam kerja tanpa urgensi
- Meminta data pribadi sensitif di awal (KTP, rekening, foto selfie dengan KTP)
3. Lokasi Interview yang Mencurigakan
Waspadalah jika interview dilakukan di:
- Kafe atau tempat umum (untuk posisi office)
- Hotel room
- Rumah pribadi
- Alamat yang tidak bisa diverifikasi
Seharusnya: Interview dilakukan di kantor perusahaan atau platform video call resmi.
4. Tidak Mau Menjawab Pertanyaan
Jika pewawancara enggan menjawab pertanyaan tentang:
- Struktur gaji dan benefit
- Job description yang jelas
- Sistem kerja dan jam kerja
- Siapa atasan langsung
Ini adalah tanda bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.
Red Flag Saat Interview
1. Pewawancara yang Tidak Sopan
Contoh perilaku:
- Meremehkan pengalaman Anda
- Membuat komentar personal yang tidak pantas
- Sibuk dengan HP selama interview
- Datang sangat terlambat tanpa permintaan maaf
Ingat: Cara mereka memperlakukan Anda saat interview adalah preview cara mereka memperlakukan karyawan.
2. Pertanyaan Ilegal atau Tidak Etis
Di Indonesia, ada beberapa pertanyaan yang seharusnya tidak ditanyakan:
- Status pernikahan (terutama untuk wanita)
- Rencana hamil
- Agama (kecuali untuk posisi yang memang membutuhkan)
- Orientasi seksual
- Kondisi kesehatan yang tidak relevan
3. Ekspektasi yang Tidak Realistis
Tanda-tanda:
- “Kami butuh orang yang bisa kerja 6 hari seminggu”
- “Kamu harus siap dihubungi 24/7”
- “Lembur adalah hal biasa di sini, tapi tidak dibayar”
- “Kami seperti keluarga, jadi tidak ada batasan kerja”
4. Berbicara Buruk tentang Karyawan Lain
Jika pewawancara menjelek-jelekkan karyawan yang resign atau rekan kerja lain, ini menunjukkan budaya kerja yang toxic.
Red Flag Saat Penawaran Kerja
1. Tekanan untuk Segera Memutuskan
Tanda-tanda:
- “Keputusan harus diambil hari ini juga”
- “Ada kandidat lain yang menunggu”
- “Penawaran ini hanya berlaku sampai besok”
Realita: Perusahaan profesional akan memberi waktu minimal 3-7 hari untuk mempertimbangkan.
2. Kontrak yang Bermasalah
Baca kontrak dengan teliti dan waspadai:
- Klausul penalti yang tidak wajar
- Masa percobaan tanpa gaji atau gaji di bawah UMR
- Tidak ada kejelasan tentang BPJS
- Perjanjian non-compete yang terlalu luas
3. Perubahan dari yang Dijanjikan
Jika penawaran tertulis berbeda dari yang dibicarakan saat interview (gaji lebih rendah, posisi berbeda, lokasi berubah), ini adalah red flag serius.
Cara Melakukan Riset Perusahaan
Sebelum melamar atau menerima tawaran, lakukan verifikasi:
| Aspek | Cara Mengecek |
|---|---|
| Legalitas | Cek KBLI di OSS, cari di Google Maps |
| Reputasi | Baca review di Glassdoor, LinkedIn, Jobplanet |
| Finansial | Cari berita tentang perusahaan |
| Karyawan | Lihat profil karyawan di LinkedIn |
| Media Sosial | Cek aktivitas dan interaksi di Instagram, dll |
Jika Sudah Terlanjur…
Jika Anda sudah terlanjur menerima pekerjaan dan menemukan red flag besar:
- Dokumentasikan semua masalah
- Konsultasi dengan Dinas Ketenagakerjaan jika ada pelanggaran hukum
- Jangan takut untuk resign di masa probation jika lingkungan benar-benar toxic
- Laporkan ke platform lowongan kerja jika menemukan penipuan
Kesimpulan
Mencari kerja memang membutuhkan usaha besar, tapi jangan sampai keterdesakan membuat Anda mengabaikan tanda-tanda bahaya. Perusahaan yang baik akan menghargai kandidatnya sejak proses rekrutmen.
Ingat: Anda juga sedang memilih perusahaan, bukan hanya dipilih.
Lebih baik menunggu sedikit lebih lama untuk mendapatkan pekerjaan yang sehat daripada terjebak di lingkungan kerja yang merugikan kesehatan mental dan karir Anda.
